Senin, 26 November 2012

Qalb

Apa yang bisa kujelaskan mengenai kamu?
Mengenai pribadimu yang mungkin sama saja dengan ikhwan pada khususnya, dan lelaki pada umumnya.

Setiap kita, aku rasa perlu untuk mengenal cinta sebelum menjadi pelaku cinta. Mengenal wajah cinta yang akan kita pilih dengan hati yang tenang untuk menemani detik-detik yang bergulir dengan bahagia.

Jujur saja, aku tak tahu apakah setiap perempuan yang telah memasuki usia 20 tahun-an akan segera memasukkan kata "menikah" pada pemetaan brain-nya. Namun yang secara pasti dapatku katakan, setiap orang tentu ingin menikah, mengingat hal tersebut merupakan sunatullah. Sebuah cinta juga akan menjadi cinta jika telah menghalalkan cinta melalui ikatan suci pernikahan.

Mungkin, aku telah mengenal cinta ketika kulihat kamu yang menarik hati diantara milyaran manusia berjenis lelaki. Hanya sayangnya, aku tak bisa menetapkan apakah cintaku juga menjadi cinta yang diridhokan Allah? Sebab ini baru sebatas kekaguman tanpa ikatan. Sebatas cinta yang belum bermuara dengan sempurna. Sebatas harap untuk menghimpun hati yang berserakan. Yang pasti, ini tidak lagi menjadi sebatas kala kau  telah memutuskan datang untuk menadzhar padaku.

Aku, mungkin menginginkan kamu yang kulihat sederhana, santun, aktivis yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, yang mencintai Allah dan kekasihNya, yang patuh pada ibu dan ayahmu, yang merindukan syahid di jalanNya, yang berjuang untuk kejayaan islam, yang selalu meleburkan diri pada tahajud dan dhuha,  juga selalu menyempatkan tilawah meski aktivitas yang kau lalui padat untuk memikirkan kebaikan islam. Sekali lagi, aku mungkin menginginkanmu, tapi mengangan-angankanmu bukan hal yang diajarkan agama kita. Dan mauku belum tentu menjadi maunya Allah sang pengatur jodoh..

Maka yang bisa kupinta, datanglah...
Kenalkan aku pada jiwa yang patuh pada Tuhannya..
Bawa aku mengiringi hari-harimu yang penuh cinta dan kebaikan...
Aku di sini masih berjuang sendiri untuk tetap istiqomah, tawaduq dan zuhud.
Fluktuasi ketiganya terus menghantam hebat, hingga kurasa, aku butuh penyegar jiwa.
Bersama pasangan suci, kuharap bisa mengokohkan segalanya.
Agar semua tak lagi menjadi sebatas...
 

Cinta itu tidak mengenal musim, tidak mengenal perbedaan, dan akan sangat mengenal pelakunya.

#Karena aku sedang mencintai

1 komentar: