Kamis, 11 Oktober 2012

Pengantar Jenis – Jenis Terapi (Logoterapi, Terapi Iman, Islam & Ihsan, Terapi Shalat Malam, Terapi Puasa, Terapi Zikir, Terapi Baca Al-Quran)

Dalam dunia psikologi, ada dua kutub pembahasan mengenai manusia. Kutub pertama memandang manusia yang sakit (psikoanalisa dan turunannya) dan manusia yang sehat (humanistic dan turunannaya). Salah satu urgensi yang perlu dibahas seiiring dengan perkembangan teori ini adalah perkembangan terapi-terapi yang menyertai suatu teori yang muncul. Terapi yang dimaksud ialah pemberian terapi-terapi kepada penderita dari beberapa jenis ganguan jiwa (sakit) atau pengoptimalan fungsi-fungsi jiwa individu (sehat). Terapi-terapi dalam dunia psikologi sangat banyak dan beragam, namun dapat dikelompokkan sesuai dengan dasar teoritis yang menyusun teori yang bersangkutan.
Setiap sistem dan metode psikoterapi pasa dasarnya berlandaskan pada filsafat manusia yang khas. Contohnya psikoanalisa dan behaviorisme, mazhab psikologi yang sangat berpengaruh di Amerika sampai sangat kental dipengaruhi oleh filsafat yang positivistik tentang manusia. Psikoanalisa dan behaviorisme melihat perilaku manusia digerakkan oleh situasi yang deterministik. Setiap model psikoterapi yang berusaha mengembalikan kebebasan manusia sebagai suatu yang kodrati, pastilah akan bersinggungan dengan kedua mahzab diatas.
Selain itu, terapi dapat dibuat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan memperhatikan aspek-aspek psikologis user (pengguna/pasien). misalnya latar belakang, agama dan kepercayaan, pandangan hidup, budaya, dan lain-lain. Aspek psikologis ini banyak yang bersimbiosis dengan teori-teori dasar psikologi yang menghasilkan terapi-terapi yang sangat beragam. Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa macam metode terapi:
1. Makna hidup
2. Terapi iman, islam, dan ihsan
3. Terapi sholat malam
4. Terapi puasa
5. Terapi dzikir
6. Terapi dengan membaca al qur’an
Jika dilihat selintas terapi yang akan dibahas ini, berorientasi pada agama dan kepercayaan (islam) kecuali pada terapi makna hidup yang banyak berafiliasi dengan teori fenomenologis eksistensialis.
A. Makna hidup
Kajian psikologi akhir-akhir ini menujukkan suatu perkembangan yang kondusif berkenaan dengan dialog spiritual. Metode ini berawal dari Victor E. Frankl. Beliau merupakan seorang neuro-psikiater kelahiran Wina, Austria yang berhasil selamat keluar dari camp konsentrasi maut Nazi pada perang Dunia II, melalui usahanya untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan hidup bemakna (the will to meaning). Ternyata harapan untuk hidup bermakna dapat dikembangkan dalam berbagai kondisi, baik dalam keadaan normal, maupun dalam penderitaan (suffering), misalnya dalam kondisi sakit (pain), salah (guit), dan bahkan menjelang kematian sekalipun. Frankl mempelopori suatu model psikoterapi yang disebut “Logoterapi”. Logoterapi sering dimasukkan pada Existential Psychiatri dan Humanistic Psychology, karena dianggap sebagai aliran psikologi yang telah mapan.
Logoterapi berasal dari kata logos yang telah didopsi dari bahasa Yunani yang berarti “makna” (meaning) dan kata “ruhani” (spirituality). Logoterapi ditopang oleh filsafat hidup dan insight mengenai manusia yan mengaku adanya dimensi spiritual, selain dimensi somatic, dimensi psikologis, dan dimensi social pada eksitensi manusia, serta menekankan pada makna hidup dan kehendak untuk hidup bermakna sebagai potensi manusia. Dalam logoterapi ada pula kemampuan khas manusia, yaitu self-detachment dan self-trancendence yang menggambarkan mengenai adanya kebebasan dan rasa tanggung jawab.
Frankl berusaha mengembalikan kebebasan sebagai sesuatu yang berharga bagi manusia. Filsafat manusia yang mendasari logoterapi adalah semangat untuk hidup autentik guna mencapai kebebasan lewat upaya untuk hidup bermakna. Fisafat logoterapi mengisyaratkan tentang harapan besar mengenai masa depan kehidupan manusia yang lebih berharga dan bermakna. Teori tentang kodrat manusia dalam logoterapi dibangun atas tiga asumsi dasar, yang saling menopang antara satu dan yang lainnya :
· Kebebasan bersikap dan berkehendak (the freedom to will)
· Kehendak untuk hidup bermakna (the will to meaning)
· Makna hidup (the meaning of life)
Mengenai the will to meaning, menurut Frankl merupakan motivasi utama yang terdapat pada manusia untuk mencari, menemukan, memenuhi tujuan dan arti hidup. Dalam hal ini Frankl mengkritik Sigmund Freud (the will to pleasure) dan Alfred Adler (will to power) yang masing-masing menganggap tujuan utama dari motivasi manusia adalah untuk mendapatkan kesenangan/kenikmatan (pleasure) dan kekuasaan (power). Yang mana Franlk memberi catatan bahwa kesenangan bukanlah semata-mata tujuan hidup manusia, melainkan “akibat sampingan” (by product) dari sebuah tujuan itu sendiri. Begitu juga dengan sarana untuk mencapai tujuan, bekan mencapai tujuan itu sendiri. Karena pada dasarnya pleasure dan power sebenarnya sudah tercakup dalam the will to meaning (kekuasaan merupakan sarana untuk mencapai makna hidup dan kesenagan merupakan efek samping yang dihasilkan dari terpenuhinya makna hidup tersebut).
Frankl mengangagap bahwa makna hidup itu bersifat unik, spesifik, personal, sehingga masing-masing orang mempunyai makna hidup yang khas dan cara penghayatan yang berbeda antara pribadi yang satu dengan yang lainnya.seorang logoterapis sama skali tidak memberikan makna hidup tertentu pada kliennya, ia hanya membantu memperluas cakrawala pandangan klien mengenai kemungkianan-kemungkinan menemukan makna hidup, serta membantu mereka untuk menyadari tanggung jawab dari setiap tujuan hidup mereka. Memilih, menentukan makna hidup sepenuhnya menjadi tanggung jawab klien, bukan tanggung jawab terapis. Logoterapi dapat membimbing manusia dalam melakukan kegiatan yang secara potensial mengandung nilai-nilai yang memungkinkan seseorang untuk menemukan makna hidup, yaitu :
· Berkarya serta melakukan tugas hidup sebaik-baiknya, disebut creative values (nilai-nalai kreatif )
· Berusaha mengalami dan menghayati setiap nilai yang ada dalam kehidupan itu sendiri, experiental values (nilai-nilai penghayatan)
· Menerima berbagai bentuk penderitaan yang tidak mungkin dielakkan lagi, seperti kedukaan, sakit yang tak bisa sembuh, kematian, setelah segala upaya telah dilakukan secara maksimal, yang disebut sebagai attitude vaues (nilai-nilai bersikap)
Ada beberapa problem eksistensial yang galibnya berusaha diatasi oleh filsafat logoterapi, yaitu Eksitential Frustration (frustasi ekstensial), Eksitetial Vacuum (kehampaan eksistensial), Noogenic Neurosis. Ketiganya merupakan istilah-istilah kunci dalam Logoterapi, satu sama lainnya saling berhubungan, serta merupakan konsep-konsep dasar dalam mengalami gangguan kejiwaan dalam kehidupan manusia kontemporer. Frustrasi eksistensial muncul ketika dorongan untuk hidup bermakna mengalami hambatan. Gejala-gejala dalam frustrasi ekstensial tidak terwujud secara nyata, karena pada umumnya bersifat laten dan terslubung (masked). Perilaku yang manandai frustasi eksistensial biasanya terungkap dalam berbagai usaha untuk memperoleh kompensasi besar melalui penyaluran hasrat untuk berkuasa (the will to power) atau bersenang-senang mencari kenikmatan (the will to pleasure).
Frustrasi eksistensial sering ditemukan dalam gejala neurosis yang mana pada gejala ini logoterapi menandainya dengan istilah ”neurosis noogenik” yang berbeda dengan “ neurosis psikogenik”. Intilah ini merujuk pada sesuatu yang berkaitan dengan sisi spiritual manusia, yang tidak memiliki konotasi utama pada agama, namun kembali secara khusus pada eksistensi manusia.
Kahampaan eksistensial biasanya muncul dalam perilaku yang menunjukkan perasaan serba hampa, gersang, dan kebosanan yang berlebihan. Menurut Frankl , faktor yang menyebabkan meluasnya kehampaan eksistensial adalah dianutnya ideologi-ideologi tentang manusia bercorak reduksioistik, pandeterminisme, serta teori-teori homostatis. Wawasan tersebut menganggap eksistensi manusia sebagai system yang tertutup atau memandang manusia dari sudut pandang kemanusiaan yang sub human, dan dengan demikian mengembangkan berbagai model manusia yang berpola rat model,machine model, computer model, dan sebagainya. Wawasan ini mengingkari karakteristik khas manusia, seperti : kemampuan mentransendensikan diri, kemampuan mengambil jarak dengan lingkungan dan diri sendiri, kebebasan berkehendak, rasa tanggung jawab, dan spiritualitas.
Neurosis noogenik tidak muncul dari arahan konflik antara id-ego-super ego, konflik instingtif, trauma psikis, dan berbagai kompleks psikis lainnya, akan tetapi muncul dari problematika spiritual. Neorosis noogenik tidak mengakar pada dimensi psikis manusia, melainkan bersumber pada dimensi spiritual, dengan demikian neorosis ini tidak bersifat psikogen, tetapi spiritual/noogenik. Frustrasi eksistensial dan kehampaan eksistensial yang menyebabkan terjadinya neurosis jenis ini. Menurut Frankl, dalam kasus neurosis noogenik, terapi yang cocok dan memadai bukanlah psikoterapi, melainkan logoterapi; sebuah terapi yang berisi memasuki dimensi spiritual dari eksistensi manusia.
Out-put dari logoterapi biasa terlihat pada keribadian yang sehat, atau dalam istilah Frankl “pribadi yang mengatasi diri”. Inilah pribadi yang mampu melihat khidupan dunia tidak hanya dalam rangka pengejaran akan kekuasaan dan kenikmatan, tetapi lebih berhububungan dengan kemampuan untuk unyuk bermakna dalam semacam tegangan yang produktif anrata apa yang kita hayati sekarang, dengan prediksi dan pengandaian tentang apa yang kita hayati pada masa datang.
Cara terapis untuk membantu klien menemukan makna hidupnya:
1. Menunjukkan segala sesuatu yang secara potensial bermakna, namun untuk menentukan apa yang dianggap bermakna, hal itu terpulang pada individu itu sendiri.
2. Menunjukkan sumber-sember makna hidup
3. Membantu agar individu lebih menyadari tanggungjawab pribadi dalam memenuhi tujuan yang harus dicapai serta kewajiban yang harus ditunaikan.
B. Terapi Iman, Islam, Ihsan
Istilah terapi atau pengobatan dalam Islam disebut tahaibun. Istilah thaibun nabawi berasal dari bahasa Arab yang berarti pengobatan dengan mengikuti metode nabi Muhammad SAW. Metode ini sangat luar biasa dan canggih, lebih hebat dari metode pengobatan saat sekarng ini yang mengandalkan akal semata, yaitu :
Memahami hakikat kejadian manusia
Manusia diciptakan Allah SWT, ciptakan terdiri dari empat unsur lahir (angin, air, api, dan tanah) serta empat unsur batin (ruh, akal, nafsu, dan jasad). Keempat unsur itu wajib doberi makan agar kita tetap sehat wal afiat.
Iman adalah ‘itiqat, aqidah yang mantap, keyakinan yang mutlak kepada keesaaan Tuhan, iman itu sering naik turun (yazid wa yanqus). Iman dapat menyehatkan mental karena iman itu manjadi pengendali sikap, ucapan, tidakan, dan perbuatan. Yang mana jika tanpa adanya kendali itu orang-orang akan mudah melakukan hal-hal yang merugikan dirinya atu orang lain dan dapat menimbulkan penyesalan dan kecemasan yang akan menyebabkan terganggunya kesehatan jiwa. Iman dapat menyehatkan karena iman itu menjadi pengendali sikap, ucapan, tindakan, dan perbuatan. Tanpa kendali tersebut maka orang akan mudah melakukan hal-hal yang merugikan dirinya atau orang lain dan dapat menimbulkan penyesalan dan kecemasan yang akan menyebabkan terganggunya kesehatan jiwa.
Islam adalah syariat lahir atau fiqih (paham) yang tertulis dalam Al Qur’an dan Hadis, yang wajib diamalkan oleh umat islam sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan Rasullah SAW kepada para sahabat lalu diturunkan kepada tabi’in lalu ditunkan kepada tabi’ut tabi’in hingga sampai kepada kita secara turun-temurun. Menurut Abdul Mujib, realisasi motode islam ini dapat membentuk kepribadian muslim yang mendorong seseorang untuk hidup bersih, suci dan dapat menyesuaikan dari dalam setiap kondisi, yang mana kondisi ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kesehatan mental.
Kepribadian dalam Islam akan menciptakan kesehatan mental karena mencerminkan 5 karakter Muslim:
1. Karakter syahadatain, yaitu karakter yang mampu menghilangkan dan membersihkan diri dari segala belenggu atau dominasi tuhan-tuhan temporal dan relatif seperti materi dan hawa nafsu (QS. Al-Furqan:43). Selain itu karakter syahadatain juga menghendaki individu untuk selalu cinta dan mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangannya (QS al-Hasyr:7)
2. Karakter Mushalli, yaitu karakter yang mampu berkomunikasi dengan Allah (ditandai dengan takbir) dan dengan sesama manusia (ditandai dengan salam). Karakter mushalli menghendaki adanya kebersihan dan kesucian lahir yang diwujudkan dalam wudhu (QS. Al-Maidah: 1-2).
3. Karakter Muzakki, yaitu karakter yang berani mengorbankan hartanya untuk kebersihan dan kesucian jiwa (QS. At-Taubah 103), serta untuk pemerataan kesejahteraan umat pada umumnya. Karakter Muzakki menghendaki adanya pencarian harta secara halal dan mendsitribusikannya secara halal pula. Ia menuntut adanya produktivitas dan kreativitas.
4. Karakter Sho’im, yaitu karakter yang mampu mengendalikan dan menahan diri dari nafsu-nafsu rendah, seperti menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual pada waktu, tempat yang dilarang.
5. Karakter Haji, yaitu karakter yang mau mengorbankan harta, waktu bahkan nyawa demi memenuhi panggilan Allah.
Ihsan adalah syariat atau perkara – perkara yang berhubungan dengan akhlak, perkara-perkara kerohanian. Imam Malik ra berkata “barang siapa befiqh (syariat lahir) tetapi tidak bertasawuf (syariat batin) maka fasiklah ia, dan barang siapa bertasawuf tetapi tidak berfiqh maka zindiklah ia (kafir tanpa sadar). Individu akan memperoleh kesehatan mental ketika dalam hidupnya selalu menempuh jalan yang baik serta berbuat baik. Orang yang berbuat baik berarti menempuh jalan yang baik, yaitu jalan yang tidak menanggung resiko, sehingga hidupnya terhindar dari permusuhan, pertikaian dan iri hati. Dalam kondisi seperti ini individu akan memperoleh kesehatan mental.
C. Terapi shalat malam (Tahajjud)
Sholat merupakan tiang agama, ini berarti sholat menunjang keimanan, syariah, dan menyempurnakan akhlak manusia.adapun letak aqidah keimanan dalam sholat terbagi menjadi 6 (Imam Ghozali), yaitu :
ü Komitmen untuk membesarkan Allah SWT (isi sholat)
ü Komitmen untuk mengagungkan Allah SWT
ü Komitmen untuk memuji Allah SWT
ü Komitmen untuk mensucikan Allah SWT
ü Komitmen untuk mengesahkan Allah SWT
ü Do’a
Pembentukan moral dan akhlak
Ihsan, akhlak, dan moral yang berarti ibadah sholat itu akan membntuk akhlak dan moral. Beberapa makna dalam gerakan sholat seperti, sujud yang mengajarkan manusia tawadhuk, rendah hati karena adanya sifat sombong dan apa yang kita banggakan semuanya akan jatuh kebawah. Harta jangan disombongkan karena tidak akan dibawa mati, pangkat jangan disombongkan karena ada waktu pensiun, ilmu jangan disombongkan karena datangnya pun dari Allah. Yang mana semuanya itu dilatih dengan sering mungkin sujud kepada Allah dalam sholat. Selanjutnya ruku yang mengagungkan Allah dan kesempurnaannya hanya milik Allah. Kesadaran pada waktu ruku karena menusia tidak ada yang sempurna. I’tidal untuk memuji Allah agar kita mau mensyukuri nikmat dan jangan menjadi orang yang serakah dan kufur nikmat. Salam merupakan penjabaran dari silahturahmi antara satu mukmin dengan mukmin yang lain.
Gerakan yang mengandung energi
Dalam buku kuno Cina mengungkapkan periode alam semesta dalam 24 jam terjadi dalam beberapa periode. Dalam buku itu menjawab ada hubungan antara manusia dengan alam semesta melalui waktu sholat. Terbukti bahwa energi alam dengan manusia terjadi sirkulasi yang amat seimbang, makanya Allah mentapkan waktu-waktu sholat. Hal ini dikaji menurut ilmuwan Cina, yaitu :
  • Ada energi api yang akan keluar jam 12.00 siang sampai sore, untuk mengobati jantung dan ginjal
  • Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dingin, mereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah gerakan sholat ashar itu memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita
  • Ada energi air yang kekur pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari, yang disebut mereka bahwa sholat mgrib itu menterapi ginjal
  • Gerakan sholat isya, yaitu setelah mega merah menghilang, ini disebut sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energy kayu yang keluar pada jam 11 malam, dia yang mengancurkan racun-racun yang ada didalam tubuh kita dan menurut ilmuan Cina racun itu membakar kayu untuk membuang racun di otak
  • Pada jam 2 pagi otak dibersihkan oleh energy kayu, dan selanjutnya Allah menyediakan dan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam. Seorang ilmuwan dari Jerman melakukan penelitian, Prof. Dr. Sholeh seorang guru besar Univesitas Airlangga, telah membuktikan bahwa tahajud yang teratur dan disiplin akan mencegah kanker, stres, dan infeksi oleh sebab itu jika orang melakukannya dengan teratur maka akan memiliki emosi yang positif
  • Pada jam 3 pagi ada energy logam yang menterapi kita dan jam 6 pagi malakukan sholat dhuha untuk menterapi pencernaan.
Dalam gerakan sholat ini ilmuan Cina membaginya kedalam l9 gerakan atau disebut juga gerakan superyoga, karena energi itu akan masuk kedalam syaraf tangan dan cara yang paling tepat untuk menangkap itu ialah dengan takbir ketika akan memulai sholat dan takbir ketika bangun dari ruku. Ketika ruku itu akan melenturkan memori otak dan ginjal, sedangkan ketika sujud memperlancar korener dan oksigen. Duduk pada tahiyat awal dapat membakar mengefektifkan kelenjer keringat dan pencegahan pengapuran, sedangkan pada tahiyat akhir dapat menterapi keseimbangan dan wasir. Duduk antara dua sujud mereka sebut dengan duduk keperkasaan karena menarik syaraf dibawah lutut dan pangkal paha.
D. Terapi puasa
Puasa sangat menyehatkan untuk tubuh dan dapat menjadi suatu metode detoksifikasi (pembersihan darah) yang sangat baik. Abdul Mujib, M. Ag dan Jusuf Mudzakir, Msi, dalam buku berjudul Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, menulis dengan puasa fisik seperti menahan lapar, minum, dan hubungan seksual, maupun puasa psikis seperti manahan hawa nafsu dari mencuri, marah, dengki, iri hati, angkuh, perilaku agrsif dan sebagainya, maka akan mengobati rasa sakit seseorang yang bersemayam dihatinya.
Saat tubuh kita sedang bepuasa, semua organ bekerja ringan. Organ pencernaan bisa berisirahat dan system kekebalan bisa bekerja secara maksimal. Sehingga kerja tubuh menjadi ringan yang membuat terjadinya perbaikan pada kerusakan yang diderita oleh tubuh.
Gangguan jiwa yang parah teryata dapat direduksi dengan berpuasa. Gangguan mental yang lain seperti susah tidur, rendah diri, dan cemas berlebihan dapat dikurangi dengan terapi puasa. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian di sebuah Rumah Sakit Grace Square, New York. Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Nicolayey, guru besar di The Moscow Psychiatric Institute. Nicolayey membandingkan dua kelompok penderita gangguan kejiwaan dengan satu kelompok yang mnedapat terapi medis, sedangkan yang lain mendapatkan terapi puasa yang dilakukan masing-masing selama 30 hari. Dari eksperimen itu disimpulakan bahwa pasien yan gtidak dapat disembuhkan dengan terapi medis dapat disembuhkan dengan terapi puasa. Selain itu orang-orang tersebut juga tidak mengalami kekambuhan salama 6 tahun kemudian.
Sedangkan menurut beberapa penelitian lain, puasa dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam dentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Yang mana dari hasil panelitian ini dapat miningkatkan kolesterol darah HDL, yang dikenal sebagai kolesterol darah baik karena dapat menurangi resiko terkadinya aterosklerosis, sebesar 25 mg persen dan menurunkan lemak trgliserol sekitar 20 mg persen. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL yang dikenal sebagai kolesterol jahat, karena memiliki sifat berlawanan dengan HDL. Dengan puasa dapat mengurangi risiko terjadinya stoke.
Manfaat puasa yang lain juga dapat dibuktikan secara alamiah adalah peremajaan kambali dan perpanjangan harapan hidup. Metabolism yang lebih rendah, produksi protein yang lebih efsian, meningkatnya system kekebalan, dan bertambahnya produsi hormon, berkontribusi terhadap manfaat puasa. Agar member manfaat yang optimal, puasa yan gdilaksanakan mesti sesuai dengan kaidah agama dan kesehatan, berikut beberapa tips:
· Minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas per hari. Untuk kebutuhan kalori dengan kebutuhan pria 2.100 kalori dan wanita 1.900 kalori, yang mana kalori sebanyal ini dapat dipenuhi dengan makan dan minum yang disantap selama sahur dan berbuka yang memenuhi standar gizi, yaitu 50% karbohidrat, 25% lemek, 10-15 % protein, vitamin dan mineral secukupnya.
· Walau kurang nafsu atau mengantuk, hendaknya tetap melakukan makan sahur. Dengan makan tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari. Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang banyak sebaiknya makanla makanan ringan dahulu. Untuk mencegah sembelit sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi satiap hari.
· Ketika berbuka tidak makan sekaligus banyak, tetapi secara bertahap, dimilai dengan menikamti makanan ringan atau minum yang manis-manis.
· Beristirahatlah pada siang hari, guna menghindari keluarnya keringat yang banyak. Jika ingnberolahraga pada sore hari sekitar satu atau setengah jam saja sebelum berbuka.
E. Terapi zikir
Kunci keberhasilan dari terapi zikir, yaitu :
ü Perasaan yang ikhlas kepada sang pencipta yaitu Allah
ü Memiliki keyakinan bahwa tidak ada satu pun ciptaan Allah di dunia ini yang bisa mengalahkan Allah yang menciptakannya
ü Memiliki keyakinan bahwa manusia cipataan Allah yang mulia
Proses tahapan model terapi dzikir, ialah:
  • Pilihlah posisi yang nyaman, seperti duduk dikursi, besila, namun bila sedang sakit posisi tiduran atau seperti posisi saat sholat
  • Tenangkan diri sampai benar-benar nyaman
  • Lalu mulailah menyebutkan kata atau kalimat dalam hati dengan tenang secara perlahan, sesuiakan dengan kyakinan yang dimiliki, missal jika kamu seorang muslim silahkan berdzikir, jika beragama Budha boleh menggunakan mantra Budha, jika Katolik boleh menggunakan Doa Salam Maria, Doa Jesus atau yang lainnya. Pilih yang sesuai dengan kita.
  • Setelah beberapa waktu, sambil tetap Model Dzikir mulailah melakukan teknik nafas berikut :
a. Tarik nafas perlahan
b. Buang nafas melalui mulut sebanyak-banyaknya sampai posisi kita membungkuk tentuk jika memilih posisi duduk atau posisi brsujud, jika memilih posisi sholat usahakan dahinya menyentuh lantai. Terus buang nafas sampai perut dan paru-paru sangat kempis. Dalam posisi sijud dengan kepala tetap menyentuh lantai, boleh menahan nafas bebrap saat.
c. Terus lakukan a dan b sampai benar-benar merasa nyaman dan lega
Manfaat dari terapi dzikir sangat banyak, terutama untuk menetralisir beban fikiran atau perasaan yang sering kali menghampiri setiap harinya. Masalah utama pada manusia ialah bagaimana supaya timbul keikhlasan dan problem yan gberada didalam fikiran dan hati bisa dikendalikan. Sering kali seseorang streaa/ depresi dan pergi ke dokter setelah itu dokter akan member obat penenang supaya dapat tidur dan merasa fresh. Tetapi ketika kita terjaga dari tidur reaksi obat sudah habis maka apa yang kita rasakan sebelumnya akan timbul kembali. Dengan kata lain persoalan tidak akan hilang, namun kita akan menjadi ketergantungan dengan obat. melalui terapi dzikir kita berupaya untuk mengatasi/ mengendalikan bukan lari dari persoalan.
F. Terapi baca Al Qur’an
Isalm adalah agama yang sangat memperhatikan kesehatan umatnya. Yang mana ibadah yang sehari-hari dilakukan tidak hanya berdimensi ritual yang berpahala., tetapi mempunyai manfaat ari isi kesehatan. Bacaan Al Qur’an dan bacaan sholat misalnya, mengandung hikmah dan mencegah penyakit. Dengan membaca ayat-ayat tertentu dan membacanya sebagus mungkin, lalu didengarkan dan dihayati ayat-ayat tersebut, insya Allah penyakit jantung bias sembuh, ungkap Owner Kalim Publishing, Bambang Suprianto.
Penelitaian yang berhasil membuktikan bahwa dengan mendengar bacaan Al Qur’an, seorang muslim baik dengan bahasa Arab maupun tidak, dapat merasakan perubahan fisiologis yang besar, seperti penurunan depresi, kesedahan, bahkan dapat, memperoleh ktenangan dan menolak berbagai penyakit. Penemuan ini menggunakan alat elektonik mutakhir untuk mendeteksi jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap listrik. Penemuan itu menunjukkan bahwa bacaan Al Qur’an berpengaruh besar, hingga 97 % dalam memberikan ketegangan dan penyembuhan penyakit. Ini merupakan hasil penelitian Al Qadidi Klims Besar, Florida, Amerika Serikat.
Didalam masyarkat yang mengamalkan moral Al Qur’an, orang-orangnya sangat menghargai satu sama lainnya. Setiap orang selalu berusaha agar orang lain merasa nyaman dan aman, karena menurut ajaran islam solidaritas, persatuan, dan kerja sama merupaka hal yang penting. Setiap orang merasa berkewajiban untuk mendahulikan kenyamanan dan kepentingan orang lain. Surat Al Hashr : 9, menyebutkan contoh moralitas dari orang-orang yang beriman :
Mereka yang lebih dulu tinggal di Madinah, dan telah beriman sebelum mereka dating, mencintai merekayang datangkepada mereka untuk berhijrah, dan tak terbetik keinginan dihati mereka barang-barang yang diberikan kepada mereka, melainkan mendahulukan mereka dibanding dirinya sendiri meskipun mereka sendiri sangat membutuhkannya. Siapa yang terpelihara dari ketamakan, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
PENUTUP
Terapi yang sering dipraktekkan dalam psikologi lebih banyak bersumber dari ilmu psikologi barat yang dasarnya adalah ilmu psikoanalisa, behavioris dan humanistic. Terapi ini belum tentu sesuai dengan budaya di Timur, karena perbedaan budaya agama, adat istiadat dan falsafah hidup.
Sehingga perlu kiranya mengembangkan terapi yang bersumber dari kearifan timur dengan menggali kembali sumber-sumber yang sudah ada. Misalnya yang berasal dari agama (Islam, Hindu, Budha, Tao dll), ataupun yang bersumber dari budaya (India, Cina dll).
Terapi-terapi yang dibahas disini, adalah sekilas lebih kepada terapi yang ada dan berkembang dalam dunia Islam. Hanya satu budaya dan agama saja bisa diciptakan beberapa terapi (sesuai dengan kebutuhan), apalagi jika mengeksplorasi budaya dan agama yang ada. Terapi yang dibahas masih jauh dari sempurna, bahkan masih terasa lebih kearah filosofis. Butuh waktu dan keuletan untuk menggali dan mengembangkan lebih lanjut kearah yang lebih sempurna.
Terapi dalam Islam, misalnya terapi Shalat mengungkapkan rahasia dibalik shalat terutama shalat malam, dengan menganalisis waktu dan gerakan. Terapi yang lain misalnya terapi Puasa, Terapi Iman, Islam dan Ihsan, dan terapi-terapi lain. Inti terapi ini adalah bagaimana seseorang dapat memaknai suatu makna secara filosopis, dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rasa ikhlas tidak lepas dari terapi-terapi yang dijelaskan disini. Terapi zikir dan terapi baca Al-Qur’an adalah contoh terapi yang diupayakan mensinkronisasikan antara bacaan lisan dan bacaan qalbu (hati). Jika lisan dan qalbu terjaga, diharapkan tingkah laku (psikomotor) dapat dikendalikan.

http://psychologymania.wordpress.com

Rabu, 03 Oktober 2012

Kisah-Kisah Seorang Mualaf



Mualaf, Aisha Bhutta yang Mengislamkan orangtua, Keluarga, dan Lebih dari 30 Temannya
Aisha Bhutta, yang juga dikenal sebagai Debbie Rogers, duduk dengan tenang di sofa di ruang depan rumah petak besarnya di Cowcaddens, Glasgow Skotlandia. Dinding rumahnya digantung dengan kutipan dari ayat Alquran, sebuah jam khusus untuk mengingatkan keluarganya waktu shalat dan poster Kota Suci Mekkah.
Mata biru Aisha penuh dengan keceriaan, dia tersenyum dengan cahaya keimanan yang ia miliki. Wajahnya yang merupakan wajah gadis Skotlandia yang kuat – ia masih tetap memiliki cita rasa humor – meskipun wajahnya tetap ditutupi dengan jilbab. Bagi seorang gadis Kristen yang baik untuk masuk Islam dan menikah dengan seorang Muslim adalah sesuatu yang luar biasa cukup. Namun lebih dari itu, ia juga telah mengislamkan orang tuanya, sebagian besar sisa keluarganya dan setidaknya 30 teman dan tetangganya. Subhanallah.

Keluarganya adalah penganut Kristen yang keras di mana mereka secara teratur menghadiri pertemuan Salvation Army. Ketika semua remaja lainnya di Inggris mencium poster George Michael untuk mengucapkan selamat malam, Debbie Rogers alias Aisha punya foto Yesus di dinding kamarnya. Namun ia menemukan bahwa Kekristenan tidak cukup, ada terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab dan dia merasa tidak puas dengan kekurangan struktur disiplin untuk keyakinannya itu.”Masih ada yang membuat saya ragu untuk mematuhi daripada hanya melakukan doa ketika saya merasa seperti itu.”

Aisha pertama kali melihat calon suaminya, Muhammad Bhutta, ketika dia masih berusia 10 tahun dan merupakan pelanggan tetap di toko, yang dijalankan oleh keluarganya. Dia sering melihat pria itu secara sembunyi-sembunyi, sewaktu melakukan shalat. “Ada kepuasan dan kedamaian dalam apa yang dia lakukan. Dia bilang dia seorang Muslim. Saya berkata: Apa itu seorang Muslim?
Kemudian dengan bantuan Mohammad Bhutta ia mulai mencari lebih dalam tentang Islam. Pada usia 17 tahun, ia telah membaca seluruh Alquran dalam bahasa Arab. “Semua yang saya baca”, katanya, “Semuanya bisa diterima.”
Dia membuat keputusan untuk masuk Islam pada usia 16 tahun. “Ketika saya mengucapkan kalimat syahadat, rasanya seperti beban besar saya telah terlempar. Saya merasa seperti bayi yang baru lahir.
“Masuk Islamnya dirinya tidak serta merta orang tua Muhammad Bhutta setuju mereka untuk menikah. Namun, orang tua Muhammad menentang mereka menikah. Mereka melihat dirinya sebagai seorang wanita Barat yang akan memimpin putra sulung mereka dengan kesesatan dan memberikan nama keluarga yang buruk, ayah Muhammad percaya, dirinya “musuh terbesar.”
Namun demikian, pasangan ini tetap menikah di masjid setempat. Aisha memakai baju yang dijahit oleh ibu Muhammad dan saudaranya yang menyelinap ke upacara perkawinan melawan keinginan ayahnya yang menolak untuk hadir.
Nenek Muhammad-lah yang membuka jalan bagi sebuah ikatan pernikahannya. Neneknya tiba dari Pakistan di mana perkawinan ras campuran bahkan sangat tabu, dan bersikeras untuk bertemu Aisha. Dia begitu terkesan oleh fakta bahwa Aisha telah belajar Alquran dan bahasa Punjabi dan dia yakin, perlahan-lahan, Aisha akan menjadi salah satu anggota keluarga.
Orang tua Aisha, Michael dan Marjory Rogers, meskipun tidak menghadiri pernikahan itu, lebih peduli dengan pakaian putri mereka yang sekarang dipakainya (tradisional shalwaar kameez) dan apa yang tetangga mereka pikirkan. Enam tahun kemudian, Aisha memulai misi untuk mengislamkan mereka dan seluruh keluarganya, serta adiknya. “Suami saya dan saya mendakwahkan Islam kepada ibu dan ayah saya, memberitahu mereka tentang Islam dan mereka melihat perubahan dalam diri saya sejak memeluk Islam.

Ibunya segera mengikuti jejaknya. Marjory Rogers mengubah namanya menjadi Sumayyah dan menjadi seorang Muslimah yang taat. Dia memakai jilbab dan melakukan shalat tepat pada waktunya dan tidak ada yang penting baginya, kecuali hubungan dengan Allah. Ayah Aisyah terbukti lebih sulit untuk diajak masuk Islam, sehingga ia meminta bantuan ibunya yang baru saja masuk Islam (yang telah meninggal karena kanker).
“Ibu saya dan saya kemudian berbicara kepada ayah saya tentang Islam dan kami duduk di sofa di dapur pada satu hari dan ayahnya berkata: “Apa kata-kata yang Anda katakan ketika Anda menjadi seorang Muslim? Saya dan ibu saya hanya terkejut. “Tiga tahun kemudian, saudara Aisha mengucapkan syahadat melalui telepon – maka istri dan anak-anaknya menyusul, diikuti oleh putra kakaknya.
Hal ini tidak berhenti di situ. Keluarganya telah masuk Islam, Aisha mengalihkan perhatiannya untuk warga Cowcaddens. Setiap Senin selama 13 tahun terakhir, Aisha telah mengadakan kelas pelajaran Islam untuk wanita Skotlandia. Sejauh ini ia telah membantu orang masuk Islam lebih dari 30 orang. Para perempuan yag masuk Islam ditangannya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Trudy, seorang dosen di Universitas Glasgow dan mantan Katolik, menghadiri kelas Aisha justru awalnya secara murni karena ia ditugaskan untuk melakukan penelitian. Tapi setelah enam bulan mengikuti kelas pelajaran Islam yang Aishah bikin dia memutuskan untuk masuk Islam, dan memutuskan bahwa agama Kristen itu penuh dengan “inkonsistensi logis”.

“Saya tahu dia mulai terpengaruh oleh pembicaraan saya”, Aisha mengatakan.
Suaminya, Muhammad Bhutta, tampaknya tidak begitu terdorong untuk mengislamkan pemuda Skotlandia untuk menajdi saudara muslim. Dia kadang-kadang membantu di restoran keluarga, tetapi tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memastikan lima anak-anaknya tumbuh sebagai Muslim yang baik. Putri tertuanya, Safia, hampir 14 tahun, juga mengikuti jejak ibunya mendakwahkan Islam. menolak untuk tempat merekrut dirinya. Suatu hari Safia bertemu dengan seorang wanita di jalan dan membantu membawa belanjaannya, wanita itu kemudian menghadiri kelas Aisyah dan sekarang menjadi seorang Muslim. “Saya bisa jujur mengatakan saya tidak pernah menyesal”, Aisha mengatakan masuk Islamnya dirinya. “Setiap pernikahan memiliki pasang surut dan kadang-kadang Anda perlu sesuatu untuk menarik Anda keluar dari kesulitan apapun. Tapi Nabi Muhammad berkata: “Setiap kesulitan ada kemudahan.” Jadi, ketika Anda akan melalui tahapan yang sulit, Anda bekerja untuk itu kemudahan akan datang. “Muhammad suaminya lebih romantis: “Saya merasa kami sudah saling kenal selama berabad-abad dan seakan-akan tak pernah menjadi bagian dari yang lain. Menurut Islam, Anda tidak hanya mitra seumur hidup, Anda bisa menjadi mitra di surga juga, selama-lamanya. Ini sesuatu hal yang indah, anda tahu itu.”

Ungkapan Seorang Mualaf Amerika kepada Muslimahzone tentang perasaannya setelah masuk islam dan berhijab berbincang dengan seorang wanita dari Amerika Serikat yang bercerita kepada jurnalis kami bahwa ia menikahi seorang lelaki muslim dan telah memiliki tujuh anak. Namun, ia tak lantas menjadi seorang muslim setelah ia menikah. Berikut adalah cerita singkat dan ungkapan perasaannya setelah masuk islam dan memakai hijab.

***
“Namaku Thoeha Tasha Haynes Al-Saadawi.  Aku seorang yang bertaubat, aku lahir di Portland Maine, Amerika Serikat. Sekarang, aku tinggal di Lynn, Massachusetts, tapi insya Allah aku akan segera pindah ke Irak (bersama keluarga), karena rumah kami hampir selesai”. Aku memiliki tujuh anak, lima adalah laki-laki dan dua adalah perempuan. Suamiku bernama Ritha Al-Saadawi. Ada dua keajadian yang membuat Thoeha merenung
“sehari setelah peristiwa 9/11, seorang pria tua mencoba untuk mendorongku dan aku berusaha menghentikannya untuk menjaga keluargaku (anak-anak)”
“Kemudian, beralih ke peristiwa tentang diet. Semua teman-teman non-muslim ku berlomba untuk diet menurunkan berat badan, dan berteriak (kepadaku) “kamu terlihat cantik, sekarang kamu dapat menggunakan celana jeans dan pergi ke club”. “Aku katakan (kepada mereka)  “aku menurunkan berat badan untuk kesehatan, bukan untuk tampil sexy”. Thoeha merasa risih dengan lingkungan seperti itu, dimana kekerasan dan hidup hedonis ia temui setiap harinya. “Kemudian aku berbicara kepada diri sendiri “apa yang salah denganku, mengapa aku berada di tengah-tengah orang-orang seperti ini dan aku tidak ingin menjadi seperti mereka!”. “Bagaimana aku dapat menjaga keluargaku di lingkungan seperti ini dan aku katakan “cukup!” dan kemudian aku pergi ke seorang muslim untuk meminta bantuan. Dia berkata kepadakau untuk membaca Al Qur’an”. “Maka aku membacanya, aku hanya memikirkan ini (Al Qur’an). Kemudian, aku perlahan lahan melaksanakan ajaran agama ini (Islam) dan masih terus belajar, dan telah memulai menutup aurat”.
Thoeha bercerita bahwa ia kemudian masuk islam setelah beberapa tahun menikah dengan suaminya, setelah mempelajari islam. “Menjadi seorang muslim adalah sebuah anugrah bagiku tetapi aku melihat beberapa muslimah tidak ingin berbicara kepadaku (memandang sebelah mata –red). Aku selalu mengingatkan mereka untuk tidak menghakimiku karena menjadi seorang mualaf”, Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah membeda-bedakan mereka yang memang dahulunya kafir. “Apalagi teman-teman non muslim ku yang tidak ingin berada di sekitarku. Sayang sekali, mereka telah kehilangan kesempatan belajar tentang agama yang hebat (Islam). Aku tidak menangisi mereka, karena tujuanku adala Jannah (Surga), karena dunia ini hanyalah sebuah ujian dan aku ingin melewatinya, tidak peduli apapun yang terjadi. Allah adalah Hakim ku dan aku sedang berjuang untuk menggapai ridhoNya, bukan untuk menggapai ridho orang-orang kafir”.
***
Saat ditanya tentang perasaannya memakai hijab, “bagaimana perasaanmu ketika memakai hijab?”
Thoeha menjawab dengan bersyair, “ini adalah sebuah puisi yang aku tulis tentang bagaimana yang aku rasakan tentang hijab”
Aku mencintai bagaimana diriku
Aku mencintai bagaimana aku menjadi
Aku mencintai apa yang aku miliki di dalam hati
Aku mencintai apa yang aku miliki di dalam jiwaku
Aku mencintai diriku ketika aku lunak dan lembut
Aku mencintai menjadi seorang wanita berhijab
Aku mencintai berjalan di pasar dengan berpakaian sopan
Aku mencintai bahwa aku seorang muslimah
Aku tidak peduli apa yang kalian pikirkan
Aku hanya peduli apa yang Allah kehendaki untukku
Aku tidak akan pernah merasa aman tanpa hijab
Aku tahu bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik untukku
Aku cinta hijabku, jangan mengambilnya dariku

Thoeha menambahkan, “Hijab adalah bagaimana diriku, hijab adalah jalanku, hijab membuatku aman, hijab menunjukkan aku mendapatkan karunia, hijab menyembunyikan kecantikan luar, hijab baik untukku, aku merasa tidak ada saat aku berjalan tanpa hijab, aku benci diriku tanpa hijab, aku akan merasa hina tanpa hijab. Maka jangan berpikir kalian tahu apa yang terbaik untukku, jangan berpikir bahwa manusia yang membuatku melakukannya (memakai hijab). Salah satu hak asasi adalah aku tidak akan pergi keluat tanpa hijab karena Allah tahu apa yang terbaik untukku, Allah tidak akan memerintahkan sesuatu yang tidak baik untukku. Aku takut akan terjadi sesuatu padaku jika aku keluar tanpa hijabku, maka jangan minta aku melepaskannya!. Aku cinta hijab, Hijab adalah aku!”. “Hidupku untuk Allah menunjukkan ku cahaya”
***                                                                                                    

Demikian Thoeha Tasha Haynes Al-Saadawi bercerita singkat kepada jurnalis Muslimahzone.com. Subhanallah. Sebuah ungkapan tulus dan pesan yang dalam. Meski tinggal di lingkungan mayoritas kafir, keteguhan dan keberaniannya melangkah membuatnya tetap tegar meniti jalan Rabb-nya. Ia tak peduli akan pandangan dan perlakuan orang lain terhadapnya, karena tujuannya adalah Allah. Muslimah, semoga cerita saudari kita ini dapat menjadi inspirasi dan menjadi penyemangat untuk muslimah yang teguh dalam keislaman dan menutup aurat.

Ericka, Ternyata Orang Islam tidak Membenci Yesus

Pernyataan seorang pendeta bahwa Muslim membenci Yesus (Nabi Isa as.), justru mendorong Ericka mencari kebenaran akan pernyataan itu. Pencarian itulah yang membawa Ericka pada agama Islam dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslimah. Perempuan Amerika keturunan Meksiko itu sebenarnya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Sekira tahun 2008 lalu, seorang sahabat mengundang Ericka datang ke gereja penganut Evangelis. Sejak itu, ia merasa cocok dengan ajaran Evangelis.
“Mereka (jamaah Evangelis) sangat mirip dengan saya pada waktu itu dan banyak membantu saya. Saya memahami banyak ajaran mereka, antara lain kewajiban membaca Alkitab. Meski saya tidak selalu paham isi Alkitab, setidaknya saya berniat untuk belajar dan ikut kelas Alkitab pada hari Minggu,” ujar Ericka.
Pada suatu kesempatan, seorang pendeta mengatakan bahwa Muslim membenci Yesus dan Muslim menyembah tuhan lain yang disebut “Allah”. Pernyataan mendorong rasa ingin tahu Ericka akan kebenaran ucapan pendetanya.
“Saya terkejut, saya berjumpa dengan beberapa Muslim yang ternyata mencintai ‘Yesus’ sama besarnya dengan umat Kristiani. Saya juga akhirnya tahu bahwa kata ‘Allah’ adalah bahasa Arab yang artinya ‘Tuhan’ dan bahwa Yesus bukan tuhan seperti yang diyakini umat Kristiani, karena Yesus yang sama juga menyembah Tuhan yang sama seperti kita,” tutur Ericka.
Sejak itu, rasa ingin tahu Ericka semakin besar. Ia mencari informasi tentang asal usul Alkitab dan para penyusun Alkitab. Ia menemukan banyak kontradiksi dan penyusun-penyusun Alkitab yang tidak jelas identitas dan kapabilitasnya. Ericka bahkan menemukan penyusun Alkitab yang bahkan tidak tahu Yesus, tap berani menulis tentang Yesus. Pada awalnya, ada penolakan dalam hatinya untuk mengakui bahwa banyak hal-hal yang tak masuk akal dalam agama Kristen. “Sedih rasanya memikirkan bahwa kitab suci (Alkitab) saya yang suci dan sakral itu, yang buat saya adalah firman-firman Tuhan, ternyata banyak penyimpangan,” ujar Ericka.
“Saya berdoa pada Tuhan yang Mahakuasa untuk membimbing saya, membiarkan saya melihat kebenaran, dan membawa saya untuk menyembah-Nya tanpa khawatir akan konsekuensi apapun,” sambung Ericka.
Hal besar yang masih membuat Ericka ragu adalah pertanyaan mengapa Alkitab tidak menubuatkan tentang Nabi Muhammad Saw. Ia mencari bukti-bukti itu dan menemukan jawabannya; jika Alkitab memuat nubuat tentang Nabi Muhammad Saw, itu artinya Alkitab mengakui keberadaan Nabi Muhammad Saw dan Islam. Ericka pun bertekad untuk lebih dalam mempelajari Islam. Ia membaca Al-Quran dan mengakui kemurnian Al-Quran sebagai perkataan yang langsung dari Allah Swt. “Saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang benar dan logis, memberikan jawaban untuk kehidupan ini, dan Islam adalah agama yang damai dan membawa diri kita secara menyeluruh pada Allah,” ungkap Ericka.
Setelah melalui pemikiran yang panjang, Ericka memutuskan untuk masuk Islam. Suami Ericka yang muslim, membantunya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah bersyahadat, Ericka merasa beban berat di pundaknya seketika lenyap. “Saya merasa bebas, bersih dan keyakinan yang penuh,” tukas Ericka yang kemudian langsung mengenakan jilbab.
Ericka beruntung karena tidak mengalami kendala dari keluarganya yang Kristen. “Islam memberikan saya tuntunan hidup yang lengkap, kesempatan untuk lebih dekat pada Allah. Kesempatan untuk menerima rahmat-Nya, kesempatan untuk hidup di hari kemudian. Islam memberikan kedamaian dan memberikan penerang di jalan yang saya ikut,” tandasnya.
Buat mereka yang belum mengenal Islam, Ericka berpesan, “Jangan takut untuk mempelajari Islam, paling tidak memahaminya dan jangan mengkritiknya. Anda akan paham jika Anda tahu sepenuhnya tentang Islam, dan jika Anda paham, Anda akan menghormati Islam. Teruslah mencari dan mintalah petunjuk Allah.”

Merasakan Kasih Sayang, Yomima pun Memeluk Islam

Pergaulan sering kali memberi dampak kepada kepribadian seseorang, baik pengaruh positif ataupun negatif. Hal seperti ini seperti yang dialami oleh Yomima Esauw (20 tahun) seorang wanita Kristen yang berasal dari kepulauan Qysar Kabupaten Maluku Barat Daya, propinsi Maluku.

Yomima lahir dari keluarga Kristen Protestan dengan tujuh bersaudara. Sejak kecil ia hidup dalam lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Namun demikian Yomima justru lebih banyak bergaul dengan orang-orang Islam. Hal tersebut dialami Yomima sejak Sekolah Dasar sampai ia duduk di bangku SMU.

Ayah Yomima bernama Manuel Esauw dan ibu Marci Esauw berprofesi sebagai petani di Maluku Barat Daya. Yomima sendiri tinggal di rumah kosnya di Desa Poka kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon.

Bergaul dengan orang Islam telah menarik simpati Yomima dikarenakan ia merasakan toleransi, kasih sayang dan perhatian dari teman-temannya yang Muslim.

“saya melihat teman-teman saya yang muslim sangat perhatian dan sayang, kalau saya tidak berangkat ke sekolah mereka datang menjenguk dan menanyakan keadaan saya," kata Yomima kepada voa-islam.com, Senin (24/9/2012).

Akhirnya setelah sekian lama membandingkan ajaran Islam dan agama lamanya, Yomima berkeinginan untuk masuk Islam. Keinginan tersebut ia sampaikan kepada temannya yang kemudian diteruskan kepada ustadz Mukhsin Soamole  imam masjid Daulah Islamiyah Desa Batu Merah Ambon.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik Universitas Pattimura Ambon tersebut akhirnya pada hari Senin (24/09/2012) mengikrarkan dua kalimat syahadat di rumah ustadz Mukhsin dan disaksikan beberapa kaum Muslimin yang tinggal di sekitar.

Untuk membimbing keislaman rencananya untuk beberapa waktu Yomima akan tinggal di rumah ustadz Mukhsin Soamole. Hal tersebut agar Yomima bisa secepatnya bisa mempraktekan ajaran Islam sehari-hari.

Keputusan Yomima menjadi muallaf belum diketahui oleh kedua orang tuanya yang tinggal di Maluku Barat Daya. Namun demikian Yomima mengatakan sudah siap dengan keputusannya itu.
Untuk menyempurnakan keislamannya Yomima Esauw mengganti namanya menjadi Safira Azzahra. Mudah-mudahan Allah meneguhkan keimanannya dan menjadi muslimah shalihah.

Diam’s Penyanyi Rapper, Menemukan Ketentraman dan Tujuan Hidup Dalam Islam

Di tengah perdebatan nasional di di Perancis sekitar kerudung atau hijab, penyanyai rapper Perancis telah mengejutkan penggemarnya  dengan mengumumkan memeluk agama Islam dan memilih untuk mengenakan jilbab.
Mélanie Georgiades, yang dikenal sebagai Diam’s itu, telah melalui apa yang oleh pengamat digambarkan sebagai “transformasi lengkap” dari sebuah gambar dia sebelum 2009. Sejak 2009, Diam’s itu sudah biasa absen dari panggup utama rap, selama tiga tahun dia dianggap kontroversial, dengan penampilan kerudungnya yang dianggap aneh.
Namun baru-baru ini rapper Perancis tampil pertama kali di telivisi dengan dengan citra barunya. Diam’s yang muncul dalam sebuah wawancara TV eksklusif dengan stasiun TV Perancis TF1, untuk berbicara tentang pengalaman masa lalu dengan obat, termasuk narkotika halusinasi, keberadaannya di rumah sakit jiwa hingga dia menemukan “ketenangan dari Islam.” Penyanyi rapper ini mengatakan dia mengenal Islam secara kebetulan ketika melihat teman muslimnya sholat.
Diam’s mengatakan dia telah menikah selama lebih dari setahun dan sekarang menjadi seorang ibu baru, menjauhkan diri dari obat-obatan dan masa lalunya. Dalam wawancara TV, dia mengatakan: “memeluk Islam hasil dari keyakinan pribadi, setelah memahami agama dan membaca Al-Quran.”
Ketika ditanya tentang mengenakan jilbab di Perancis, sebuah negara yang telah melarang niqab, dia berkata: “Saya percaya bahwa saya hidup dalam masyarakat yang toleran, dan aku tidak merasa terluka oleh kritik, tetapi dengan penghinaan dan stereotip dan penilaian ‘ready-made’. ”
Ketika ditanya kenapa mengenakan jilbab sementara banyak wanita Muslim tidak memakainya, dan merasa bukan merupakan kewajiban agama. “Saya melihatnya sebagai perintah ilahi atau nasehat ilahi, ini membawa sukacita di hati saya dan bagi saya ini sudah cukup,”jawabnya.
Ketenaran?
Diam’s yang mengatakan dengan memeluk Islam ia mendapatkan kenyamanan, dan menambahkan ketenaran tidak cocok dengan hidupnya lagi.  ”ini telah menghangatkan hati saya, karena saya tahu sekarang tujuan keberadaan saya, dan mengapa saya di sini di bumi,”ujarnya
Diam’s mengkritik media memfotonya saat keluar dari salah satu masjid di Prancis, mengenakan Hijab dan melihat ponsel nya, didahului oleh seorang pria dengan pakaian olahraga, yang banyak diyakini suaminya.
Membahas bagaimana hidupnya seperti sebelum memeluk Islam, Diam’s mengatakan: “Saya sangat terkenal dan saya memiliki apa yang setiap orang terkenal mencarinya, tapi aku selalu menangis pahit sendirian di rumah, dan ini sesuatu yang tidak dirasakan penggemar saya.”
Dia menambahkan: “Saya sangat kecanduan obat, termasuk narkotika, berhalusinasi dan dirawat di rumah sakit jiwa untuk pemulihan, tapi ini sia-sia sampai saya mendengar salah satu teman Muslim saya mengatakan ‘Saya akan sholat sebentar dan akan datang kembali, ‘jadi saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin berdoa.”
Mengingat saat itu, Diam’s itu mengatakan: “itu adalah pertama kalinya saya menyentuh lantai dengan kepala, dan saya memiliki perasaan yang kuat bahwa saya tidak pernah alami sebelumnya, dan saya percaya sekarang bahwa berlutut dalam doa, tidak boleh dilakukan kepada siapapun selain Allah.”
Islam, sebuah agama toleransi

Diam’s menceritakan dia pindah ke Mauritius untuk membaca Al-Quran, dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Islam, menemukan toleransi Islam.

Ketika ditanya oleh host pandangannya tentang Islam, dan mereka yang melakukan semua pembunuhan dan kekejaman berpura-pura melakukannya atas nama agama, dia menjawab: “Saya pikir kita harus membedakan antara bodoh dan berpengetahuan, dan orang bodoh tidak harus berbicara tentang apa yang dia tidak tahu, Islam tidak mengijinkan membunuh korban yang tidak bersalah seperti yang kita lihat sekarang ini.”

By: khoirunnisa-syahidah.blogspot.com