Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

Puisi Pilar Aisyah di Dakwatuna "Kesatria 2020"


Kesatria 2020
Apa makna dari zaman milenia?
Jika yang kau dapat hanya kehedonisan semata.
Dimana ia prajurit Khandaq?
yang siap menahan lilitan lapar demi terbit sang fajar.
Di negeriku, pemuda-pemudi diarak.
Disuguhi teori-teori purbakala penipu dunia.
Mengagungkan logika di atas ketauhidannya.
Menampar empati dan simpati untuk eksistensi diri tak berarti.
Tidakkah kau cemburu pada serdadu badar?
Tidak mampukah kau petik arti perang uhud?
Tidakkah kau malu pada pemuda sejati bernama Muhammad?
Yang masih menyebutmu meski ruh telah sampai di kerongkongan.
Nun, jikalah cermin masih kau punya,
Tentu retak diri yang kau dapat.
Negeri tentu rindu sosok Al-Fatih.
Tak pelak, bersabarlah negeriku,
Aku yakin masih ada jiwa yang tak membatu.
Aku masih mendengar nurani berseru!
Meski parau terindikasi di telingaku,
Pemuda kesatria menakbirkan Indonesia emas 2020…
Riska H Akmal

Jumat, 09 Desember 2011

Poetry Aisyah


Allah Ampuni Aku
Allah ampuni aku atas jiwa mungil yang telah terisi
Ampuni aku yang lemah akan diri
Ampuni aku yang telah lancang dan berani mencintai
Mengikat hati dan membelenggu diri
Pada hal yang tak pasti

Allah ampuni aku
Tak inginku terbudak oleh nafsu
Tak inginku memungut cinta palsu
Tak inginku mendapat marah-Mu
Atas apa yang tersembunyi dalam kalbu

Allah kuat kan aku
Jangan biarkan aku terbuai oleh angan semu
Bantu aku untuk abaikan semua madu palsu
Hingga waktu kan jawab semua tanyaku
Akhir penantianku dalam batas waktu
Yakni ikhwan akhir zaman yang mencintaiku karena-Mu
R.H Akmal (28 juni 2011)

Orang Asing
Jika kau jadi aku,
sanggupkah kau memaknai rasaku?
Aku bertanya padamu….
Mengapa kau membisu…
Aku tahu kau jauh lebih baik dari aku
Maka aku tak pantas berharap lebih jauh denganmu

Allah ampuni aku..
Aku menyayanginya dengan hati bukan logikaku
Kini hatiku sedang mengharu biru
Mencemaskannya atas rasaku

Namun, tanyaku sepertinya butuh waktu
Sampai aku tak tahu kapan batasku menunggu
Apakah aku harus berlalu?
Bergegas pergi meninggalkanmu dan rasaku?
Tolong tenangkan aku semampumu
R.H Akmal (22 juli 11)
Goresan Luka

Bertanya hati pada sikapmu
mengerang dalam batin atas lukaku
sepertinya fajar tak enggan lagi menyapaku
karna kini langit kulihat berawan kelabu

goresan luka ini kecil
tapi perih sayatnya begitu menusuk
namun jiwaku tetap memanggil
walau hati telah nyaris kau buat remuk

hanya pada allah kini ku mampu bertanya
atas batinku yang terluka dan nyaris bernanah
rahasia itu hanya Engkau yang jaga,
maka tuntun aku dalam sabar ya allah..

R.H Akmal (30 Juli 2011)

Sabtu, 05 November 2011

Puisi Favorit Aisyah

LELAKI MULIA

Bagiku, lelaki mulia…
Ialah yang tidak menghinakan wanita.
Sikapnya santun penuh hormat,
Ialah cermin dari pribadi yang taat.
Lelaki mulia…
Selalu menjaga wanita.
Tak membiarkannya kecewa,
Apalagi terluka..
Oleh janji-janji buta.
Lelaki mulia…
Yang tak akan umbar kata,
Melainkan dengan sikap yang nyata.
Ialah lelaki mulia..
Memuliakan wanita,
Terutama Ibunya…..

Akhlaknya tidak tercela..
Penuh kehati-hatian dalam bicara,
Berpikir seribu kali sebelum mencinta..
Khawatir kan menyakiti wanita.
Lelaki mulia…
Dimanakah kau berada?
Semoga kita kan dipertemukan jua…

Dakwatuna.com